Queen’s Park House: Oasis Minimalis di Balik Dinding Gudang Tua

As more consumers wake up to the damaging impact of fast fashion on the planet and its people, committing to only shopping second hand seems like a positive step towards sustainability.

Apa yang terjadi jika sebuah gudang penyimpanan komersial yang gelap dan tertutup diubah menjadi rumah keluarga yang hangat? Kira Thomas, arsitek dari Kira Thomas Architects, menjawab pertanyaan tersebut melalui rumah pribadinya di Sydney, Australia.

Dalam tur rumah kali ini, kita diajak melihat bagaimana struktur industri yang kaku bisa “dilembutkan” menjadi hunian yang privat, tenang, dan penuh cahaya.

Transformasi: Dari Gudang Menjadi Hunian

Queen’s Park House awalnya adalah sebuah gudang penyimpanan dengan atap tunggal yang menutupi seluruh lahan dan dinding bata yang dibangun tepat di batas properti. Tantangan utamanya adalah mengubah ruang yang gelap dan tertutup ini menjadi rumah keluarga yang terbuka.

Alih-alih merobohkan semuanya, Kira dan suaminya memutuskan untuk mempertahankan dinding bata asli di sekeliling batas lahan. Keputusan ini memberikan dua keuntungan besar:

  1. Privasi Total: Karena lokasi rumah ini berada di tengah blok pinggiran kota (dikelilingi oleh halaman belakang tetangga), dinding tinggi tersebut menciptakan zona privat yang terlindungi.
  2. Jejak Sejarah: Dinding tersebut menjadi pengingat akan fungsi masa lalu bangunan ini sebagai gudang, memberikan karakter unik yang memadukan masa lalu dan masa depan.

Desain: Konsep “Textured Minimalism”

Kira Thomas mendefinisikan gaya arsitekturnya sebagai “Textured Minimalism” (Minimalisme Bertekstur). Ia menyukai bentuk-bentuk yang minimalis namun dilembutkan dengan penggunaan material alami.

Beberapa elemen kunci dalam desain ini meliputi:

  • Material yang Konsisten: Lantai batu kapur (limestone) Italia digunakan di seluruh bagian rumah, mulai dari ruang tamu hingga kamar mandi dan kamar tidur. Konsistensi ini menciptakan aliran visual yang tenang dan berkelanjutan.
  • Empat Taman Courtyard: Untuk mengatasi masalah pencahayaan pada bekas gudang, atap lama dibuka dan disisipkan empat taman halaman (courtyard). Setiap ruangan di rumah ini memiliki orientasi ke satu atau dua courtyard, memastikan cahaya alami dan sirkulasi udara masuk dengan leluasa.
  • Pencahayaan Difusi: Kira sangat terobsesi dengan bagaimana cahaya mengubah ruang. Di kamar mandi, misalnya, ia menggunakan skylight panjang yang membentang di langit-langit untuk memasukkan cahaya lembut.

Ruang Favorit: Koneksi dengan Alam

Salah satu ruang yang paling menarik adalah kamar anak laki-lakinya, Bo. Kamar ini dilengkapi dengan jendela geser yang bisa disembunyikan ke dalam dinding (pocket sliding window), yang langsung menghadap ke taman dengan tanaman rambat besar ala “Jack and the Beanstalk”. Desain ini mengaburkan batas antara dalam dan luar, menciptakan suasana bermain yang ajaib dan terhubung dengan alam.

Queen’s Park House bukan sekadar renovasi, melainkan sebuah studi tentang bagaimana merespons situs yang unik. Dengan mempertahankan “kulit” bangunan lama dan menyuntikkan kehidupan baru di dalamnya, Kira Thomas berhasil menciptakan rumah yang sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan keluarganya—sebuah tempat perlindungan yang tenang di tengah hiruk-pikuk pinggiran kota.

Bagaimana menurutmu? Apakah gaya minimalis dengan sentuhan material alami seperti ini sesuai dengan seleramu?

Hariz

Hariz

Keep in touch with our news & offers

Subscribe to Our Newsletter

Comments

Leave a Reply