Bedford Quarry House: Keindahan Arsitektur di Atas Tambang

In this article, we have selected eight unusual and unconventional glasses that are worth considering buying.

Banyak arsitek mungkin lebih memilih lahan yang datar dan terbuka untuk berkarya, namun bagi Steven Harris Architects, lahan yang sulit dan problematik justru menawarkan peluang untuk menciptakan sesuatu yang benar-benar baru.

Dalam video dari The Local Project ini, kita diajak berkeliling Bedford Quarry House, sebuah hunian menakjubkan yang dibangun di atas situs bekas tambang yang ditinggalkan.

Transformasi Lahan yang Tak Terduga

Pada awalnya, lokasi ini dianggap tidak memiliki nilai *real estate* yang tinggi karena statusnya sebagai bekas tambang. Namun, Steven Harris melihat potensi tersembunyi di balik kekurangannya. Meskipun bukan lahan terluas di wilayah Bedford, topografinya memberikan privasi luar biasa di mana penghuni tidak akan menyadari adanya tetangga dalam radius satu mil.

Filosofi “Delayed Gratification” (Kepuasan yang Tertunda)

Salah satu konsep paling menarik dari rumah ini adalah cara arsitek mengatur pengalaman spasialnya. Steven Harris menyebutnya sebagai delayed gratification atau kepuasan yang tertunda.

Berbeda dengan rumah mewah pada umumnya yang langsung menyuguhkan pemandangan utama saat pintu depan dibuka, rumah ini “memaksa” Anda untuk bergerak menyusuri ruangan terlebih dahulu. Anda harus melewati lorong dan berpindah antar ruang untuk perlahan-lahan menemukan pemandangan spektakuler yang ditawarkan situs tersebut.

Tata Letak dan Desain

Secara struktural, lantai bawah rumah ini berbentuk huruf “L” 

  • Sayap Pertama: Berisi ruang masuk, ruang TV kecil, ruang kerja, dan kamar tamu. Dinding yang menghadap ke luar hampir seluruhnya terbuat dari kaca setinggi langit-langit.
  • Sayap Kedua: Berisi garasi dan gym.
  • Lantai Atas: Kamar tidur utama terletak tepat di atas sayap pertama, dilengkapi dengan lorong yang menghubungkan ke kamar anak-anak.

Material yang digunakan sangat membumi. Lantainya terbuat dari batu yang memberikan tekstur dan skala tanpa menonjolkan warna yang mencolok. Jendela kayunya dirancang agar seolah-olah menyatu dengan batang-batang pohon di luar, menciptakan ilusi bahwa batas antara dalam dan luar ruangan menjadi kabur.

Harmoni dengan Alam

Desain interior yang digarap oleh Reese Roberts and Partners sengaja menggunakan palet warna yang *muted* (lembut/netral). Tujuannya sederhana: agar mata penghuni tidak terdistraksi oleh perabotan, melainkan langsung tertuju pada keindahan alam di luar.

Lansekap rumah ini juga dirancang dengan sangat hati-hati oleh David Kelly. Kolam renang, misalnya, diletakkan di sisi lain rumah di dalam rimbunan hutan kecil, sehingga kolam tersebut menjadi destinasi tersembunyi yang mungkin tidak akan pernah dikunjungi jika tidak ada air di sana.

Bedford Quarry House adalah contoh sempurna bagaimana arsitektur tidak harus mendominasi alam, tetapi justru memperkuat karakter aslinya. Seperti yang dikatakan Steven Harris, tujuannya bukan untuk membuat bangunan yang “histeris” mencari perhatian, melainkan membuat situs tersebut menjadi “lebih” dari sebelumnya.

Hariz

Hariz

Keep in touch with our news & offers

Subscribe to Our Newsletter

Comments

Leave a Reply