I swear by a vitamin-packed face serum for giving skin a healthy, next-level glow but I’d never really considered drinking it. Until recently, anyway.
I swear by a vitamin-packed face serum for giving skin a healthy, next-level glow but I’d never really considered drinking it. Until recently, anyway.
Bayangkan tinggal hanya dua menit dari pantai, namun saat Anda melihat keluar jendela, yang terlihat bukanlah laut, melainkan hamparan pucuk pepohonan hutan yang rimbun. Inilah esensi dari Tree House, rumah pribadi milik Madeleine Blanchfield (Direktur Madeleine Blanchfield Architects) di Bronte, Sydney.
Dalam video ini, Madeleine membawa kita melihat bagaimana ia mengubah situs yang curam dan menantang menjadi tempat tinggal yang tenang dan menyatu dengan alam.
Salah satu tantangan terbesar—sekaligus daya tarik utama—dari proyek ini adalah topografinya. Lahan rumah ini sangat curam, di mana taman belakangnya berada dua atau tiga lantai lebih tinggi dari jalan depan.
Alih-alih meratakan tanah, Madeleine memanfaatkan ketinggian ini. Ia merancang area hunian utama di lantai atas agar penghuninya merasa seolah-olah sedang melayang di atas pepohonan (treetops), memberikan privasi dan koneksi visual yang kuat dengan alam, jauh dari hiruk-pikuk pinggiran kota.
Madeleine percaya bahwa sebuah rumah harus memberikan momen kekaguman (awe and wonder) secara bertahap, bukan membuka semua rahasianya di pintu depan.
Setiap ruangan dirancang dengan karakter penghuninya dalam pikiran:
Interior rumah ini sangat minim material, didominasi oleh beton dan kayu pucat (pale timber) untuk menjaga kesan ringan dan tenang.
Tree House di Bronte bukan sekadar rumah pantai biasa. Ini adalah eksperimen tentang cahaya, kualitas ruang, dan bagaimana arsitektur bisa memengaruhi perasaan penghuninya. Seperti yang dikatakan Madeleine, rumah ini bersifat experiential—lebih mengutamakan pengalaman dan perubahan suasana daripada sekadar fitur arsitektur yang mencolok.
Apakah kamu tertarik dengan desain rumah yang “terbalik” seperti ini (ruang tamu di atas, kamar tidur di bawah) untuk memaksimalkan pemandangan?