Dulu saya sering berpikir kalau punya tanah seukuran saku di gang sempit itu artinya kiamat buat urusan estetika bangunan. Kamu pasti pernah membayangkan betapa sumpeknya hidup di antara tembok-tembok tetangga yang saling menghimpit tanpa ada ruang untuk bernapas. Rasanya seperti dipaksa memasukkan gajah ke dalam kotak sepatu, di mana setiap jengkal tanah harus dikorbankan demi …


